Kamis, 12 November 2009

Kepedulian Kita

Adapun dalam hal ini tidaklah Bapak Suwondo sendiri yang menjadi korban kesenjangan sosial. Di luar sana, ada juga orang-orang yang menjadi korban, para penyapu-penyapu lainnya juga mengalami kondisi yang tidak lebih mewah daripada Bapak Suwondo. Tidak hanya para penyapu jalanan, bahkan ada profesi-profesi lainnya yang menunjukkan adanya kesenjangan sosial, bahkan ada dari mereka yang tidak berprofesi sedikitpun, mereka harus memenuhi kebutuhan hidupnya dari uang yang diberikan orang lain dengan cara meminta-minta atau “ngamen” di jalanan.

Kelompok-kelompok masyarakat seperti mereka pada realitanya merupakan sebagian besar kelompok yang menyusun tatanan tingkatan sosial di Jakarta ini. Pada kenyataannya jumlah penduduk yang berkelas ekonomi menengah ke bawah lebih banyak dibandingkan kelompok masyarakat dengan tingkatan ekonomi menengah ke atas dan kalangan elit. Hal ini merupakan sesuatu ironi karena Jakarta sebagai pusat ibukota yang terkenal “mewah” bagi mereka yang berada di luar Jakarta pada kenyataannya penuh dengan “kemiskinan”.

Akan tetapi, perbedaan status sosial ini merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dari tatanan sosial masyarakat. Kelompok-kelompok masyarakat menengah ke bawah ini merupakan sesuatu eksistensi yang dibutuhkan. Bisa dianalogikan dengan konsep Yin Yang, bahwa di dalam kebaikan selalu ada kejahatan dan di dalam kejahatan selalu ada kebaikan keduanya menciptakan keharmonisan di dunia ini. Dalam hal ini keberadaan penyapu jalanan merupakan sesuatu yang dibutuhkan bagi kota Jakarta. Mereka membersihkan sampah-sampah di lingkungan dan membuat lingkungan menjadi lebih nyaman dan asri. Sayangnya terkadang kita menganggap remeh dan memandang rendah para kelompok masyarakat yang terletak di menengah ke bawah. Kadang-kadang kita tidak bisa melihat kontribusi yang mereka berikan bagi kota ini karena mereka hanya diberikan upah yang minimal.

Oleh karena itu, hendaknya apabila kita melihat seseorang yang melakukan pekerjaan rendahan, seperti misalnya tukang sapu, pemulung, dan lainnya, hendaknya kita berpikir sejenak untuk membayangkan bagaimana kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi setiap harinya hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup 1 harinya, dan hendaknya kita juga bisa belajar menghargai profesi yang mereka miliki. Kesenjangan sosial di masyarakat memang akan selalu ada, tetapi yang bisa kita lakukan adalh mengecilkan rongga itu. Kita bisa melakukan sesuatu yang menunjukkan penghargaan dan rasa hormat kita kepada kepada mereka. Kita dapat menjaga kebersihan lingkungan kita sendiri untuk meringankan beban para penyapu jalanan. Ada banyak hal lainnya yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan penghargaan kita kepada mereka yang merupakan korban dari kesenjangan sosial. Dalam hal ini kami membuat blog ini sebagai rasa hormat kami kepada para korban dari kesenjangan sosial, bagaimana dengan Anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar